Marketing Dasar

Kebanyakan manusia membeli karena keinginan, bukan karena kebutuhan. Setelah terpenuhi keinginannya maka akalnya akan mendefinisikan kebutuhannya.

Keinginan yang mendasar adalah mendapatkan kesenangan, kebahagiaan sekaligus menghindari rasa bersalah dan rasa tidak nyaman.

Masuk akal?

2 Tipe berdasarkan menentukan Posisi

Tipe pejuang, menentukan posisinya secara absolut ke titik yang dia inginkan. Dia berpikir apa yang semestinya dikerjakan untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.
Memiliki prinsip dan fondasi pemikiran yang kuat. Berpikir strategis dan taktis.
Tidak terlampau perduli dengan perasaan yang mengganggu demi tercapai tujuan.
Berfikir "Bagaimana caranya supaya saya bisa ... "

Tipe pelayan, mengukur dirinya berdasarkan sesuatu yang relatif kepada dirinya. Selalu memperbandingkan setiap hal.
Di dominasi oleh perasaan.
Selalu mencari figur yg lebih tinggi untuk menentukan tujuannya. Harus diatur.
Berfikir "Bagaimana perasaan saya tentang ... "

Ambil posisi apa kita?

Uang sumber kejahatan?

Uang hanyalah kertas ataupun alat transaksi, sumber kejahatan berasal dari hati yang buruk.
Uang hanya menjadi kaca pembesar dari hati pemegangnya.

Seorang brengsek, apabila memiliki banyak uang... hanya jadi brengsek berduit.
Penderma miskin yang hatinya baik, apabila memiliki banyak uang... bisa jadi penderma yang memberikan banyak bantuan.

Dahulu orang baik, sekarang koruptor?.. hatinya yang dipenuhi kejahatan. Kerakusan meluap dari hatinya.

Semoga Allah menjaga kita.

Sukses Mau Kemana?

Sukses adalah keberhasilan kita mencapai cita-cita dunia dan akhirat.

Kesuksesan berasal dari kemauan yang sangat kuat.

Sukses datang dari ilmu mempelajari kehidupan.

Ilmu tanpa agama adalah buta, agama tanpa ilmu adalah hampa.

 

Bagaimana menurut anda?

Pilih yang bagus giginya

Apa yang anda fikirkan apabila orang tua menasehati untuk memilih pasangan hidup yang bagus giginya?

Hal itu terjadi pada saya, dan semakin saya renungkan semakin saya mengerti nasehat itu sangat baik. Merawat gigi sebenarnya gampang-gampang susah. Rupanya sayapun bukan orang yang paling ahli dalam merawat gigi saya sendiri. Semakin bertambah umur rupanya muncul bolong-bolong di gigi bagian belakang. Bolong-bolong ini semakin lama semakin besar.

Gigi yang terawat sebenarnya cukup menunjukkan bagaimana kepribadian orang tersebut. Yang agak telaten, yang sembarangan. Dan untuk hal ini bisa jadi saya di kategorikan kurang teliti dan konsisten.

Hal ini ter-refleksi juga dalam dunia bisnis, bagaimana economic bubble yang terjadi di amerika menyebabkan banyak bisnis yang rontok dan mengakibatkan krisis global. Banyak bisnis yang sebenarnya 'bolong' di dalam, perkembangan financial yang di laporkan lebih cenderung menampilkan 'gigi-gigi yang di depan yang bagus'. Didukung pula dengan sistem riba yang memang mendominasi dunia kapitalis, semakin cepat pula lah bolongan itu bertambah-tambah.

Belum lama ini saya mendapatkan nasehat. untuk memburu aset yang menguntungkan pada waktu di beli dan bukan pada di jual. Tentunya saya tidak langsung mengerti apa nasehat ini. Perlu di cerna lebih dalam...

Bagaimana bisa mendapatkan untung pada waktu di beli? banyak sekarang orang membeli tanah atau aset lainnya. Tentunya mengharapkan harga tanahnya naik untuk di jual nantinya.

Tapi bisa saja tanah itu sudah memiliki cashflow berupa pendapatan dari sewa.

Atau kalau di pasar modal, cari saham yang ada devidennya.

Masih ada yang seperti itu?

Kalau anda berinvestasi segeralah untuk memilih yang 'giginya bagus' jangan yang ada bolong-nya di belakang :D

Apa yang bisa mengantarkan kita ke SUKSES?

1. Passion (Kecintaan)

Mengerjakan sesuatu demi kencintaan kita pada hal yang kita kerjakan.

Jangan kerjakan hanya karena jumlah uang yang di janjikannya.

milikilah prinsip sepeti ini: Saya akan membayar orang lain supaya dia mengerjakan apa yang saya kerjakan.

Hal yang menarik.. apa bila kita mengerjakannya demi kecintaan kita.. uang nya juga akan datang menyusul.

 

2. WORK (Bekerja)

semua berdasarkan kerja keras.. tapi jangan lupa untuk mendapatkan kesenangan juga.

3. GOOD. (Jadi yang terbaik)

Untuk sukses, cemplungin diri anda pada sesuatu dan.. jadilah yang terbaik pada bidang itu.

Tidak ada sulap dan sihir... Latihan, latihan, latihan.. terus berlatih.

4. FOCUS (Fokus)

Memfokuskan diri pada satu hal saja.

5. PUSH (Dorong Diri anda)

Secara fisik maupun mental... dorong.. dorong.. dorong..

Harus dorong jauh melewati malu-malu dan keraguan..

Minta bantu ibu atau pasangan untuk mendorong diri sendiri.

6. SERVE (Melayani)

Jadilah pelayan terhormat yang berguna pada orang lain.

Bisnisman terbaik adalah orang yang bisa melayani orang lain dengan sebuah value yang mau di bayar oleh orang lain.

 

7. IDEA (Ide)

bukan hal-hal yang ajaib.. hanya dengan melakukan hal-hal mudah seperti ini.

Listen - Dengarkan

Observe - Amati.

Be Curious - Jadilah tertarik

Ask Questions - Tanyalah apa bila tidak tahu.

Problem Solve - Pecahkan masalah

Make Connection - Buat lah Koneksi kemana saja

 

8. PERSIST (Konsisten)

Kita harus tetap konsisten walaupun harus melewati banyak kegagalan.

Tetap konsisten walau banyak Kritik, Penolakan, Biang Kerok cari gara-gara, Tekanan dari luar maupun Tekanan mental

Saya kutip dari Richard StJohn.

Wassalam, Irza.

Kreativitas dalam Pendidikan

Ada sebuah cerita:

Dua anak kecil pergi ke supermarket. Amir berusia 8 tahun, sedangkan adiknya, Bobi, baru berusia 3 tahun. Sang kakak mengambil sebungkus pembalut wanita dari rak pajangan dan mendatangi kasir untuk membayarnya.

Dengan tersenyum, kasir itu bertanya, Oh, ini tentu untuk ibu kalian, bukan?

Amir berkata, Bukan, bukan untuk mamaku.

Kasir itu kembali bertanya, Kalo begitu, pembalut wanita ini untuk kakak perempuanmu, bukan?

Amir berkata, Juga bukan untuk kakak perempuanku.

Si kasir jadi bingung, Habisnya buat siapa, sih?

Pembalut wanita ini untuk Bobi, adikku yang berusia 3 tahun.

Untuk adikmu yang kecil itu?

Ya. Kata iklan di teve, jika Anda memakai pembalut ini, maka Anda bisa berenang atau bersepeda. Nah, adikku belum bisa berenang maupun bersepeda.

Anak kecil bisa di katakan sangat kreatif.. tentunya cerita tersebut hanya refleksi kecil tentang kreatif.. si Amir tentu saja salah dalam hal ini.. pembalut tidak akan membuat adiknya menjadi pandai berenang.

Namun ada garis penting yang bisa kita ambil. Anak anak seperti ini tidak mempersiapkan dirinya untuk SALAH. maka mereka berani melakukan hal-hal yang TIDAK DI TAKUTInya. Jangan salah sangka, saya tidak mengatakan bahwa SALAH itu KREATIF. tapi yang saya maksud adalah TAKUT SALAH adalah salah satu penghambat KREATIFITAS dan IDE ORIGINAL.. yang mungkin saja sebenarnya merupakan IDE BRILIAN.

Pendidikan kita yang kita dapatkan merupakan pendidikan 'ERA INDUSTRIALISASI'. Dimana seseorang akan di 'kemas' menjadi ahli di bidangnya. di era yang tepat cara ini merupakan cara yang paling efisien untuk memenuhi kebutuhan. Seorang anak langsung di berikan hal-hal mana yang salah dan benar secara TOP to DOWN. Semakin tinggi pendidikannya semakin di paksa untuk mengikuti ilmu baku secara dogmatis.. yang ini salah .. kalau begini betul.. sebenarnya secara tidak langsung semakinin tinggi pendidikannya semakin pula di 'habisi' tingkat ke kreatifitasannya. Ini terlihat dari bagaimana 'orang dewasa' biasanya takut salah.. menjaga ini menjaga itu.. kadang tidak rasional. (atau terlampau rasional) sehingga malah kadang ketakutan untuk tidak berbuat sesuatu lebih besar ketimbang usaha untuk berbuat sesuatu..

Tapi saya yakin ERA industrialisasi ini akan kita tinggalkan.. sekarang semakin terbukti bahwa orang kreatif seperti bill gates (microsoft), bisnis google.. dll .. dll.. bisa memanfaatkan ide-ide briliannya di kehidupan. Kesempatan pada orang seperti ini semakin terbuka lebar. Di hari hari esok.. kesenian dan budaya akan sama pentingnya dengan mathematik dan fisika..    ini semua menurut saya karena kita.. Human (Manusia manusia yang beradab) .

 

Selamat berbuka puasa.

irza.

Suka halaman ini?
Berbagilah dengan teman anda!
Facebook, Twitter, Google dan lain-lain.
Bookmark and Share