Jadikan aku penyegera.

Tuhanku Yang Maha Penyayang,

Terima kasih atas pengertian yang mencerahkan pagi ini, bahwa "segeranya perbaikan hidupku bergantung kepada kebaikan yang kusegerakan."

Dan lamanya penantian dalam kesulitanku, ditentukan oleh berapa lama aku menunda kebaikan yang seharusnya kulakukan.

Maafkanlah aku, jika aku selama ini aku membiarkan impian dan rencanaku - terkalahkan oleh kecenderunganku untuk menunda.

Hari ini, aku bersungguh-sungguh, dan aku memohon Engkau mentenagai kesungguhanku, untuk MENUNDA KEINGINANKU UNTUK MENUNDA.

Setiap kali aku ingin menunda, akan aku katakan kepada diriku sendiri:

"Tundalah nanti."

Sesungguhnya itu tak akan sulit bagiku, karena selama ini mudah bagiku untuk menunda.

Mulai hari ini, aku akan SEGERA menunda penundaan, sehingga SEGERA pula aku terlibat dalam tindakan dan pekerjaan baik yang membebaskanku dari rasa minder karena malas, dan dari rasa gelisah karena ketidak-mampuan.

Hari ini, aku akan menjadi penunda kemalasan, penunda keraguan, dan penunda kekhawatiran, agar aku menjadi penyegera tindakan, penyegera keceriaan, dan penyegera kebugaran jiwa dan tubuhku.

Semua ini, aku lakukan sebagai pemenuh syarat, bahwa jika aku berupaya, Tuhan akan memperbaiki kehidupanku, mendamaikanku dalam keluarga yang penuh cinta, dan menyejahterakan keluargaku dengan rezeki yang penuh berkah.

Aamiin

Kuatkan aku.

Tuhanku Yang Maha Pemaaf,

Tak kunjung selesai rasanya diri ini membuat kesalahan. Tak pernah usai aku menyesali kesalahan dan berjanji tak akan mengulanginya lagi.

Tapi kesalahan demi kesalahan tetap terjadi, seolah aku tak pernah tumbuh.

Tuhan, rasa ini menyiksaku, menyedihkanku, dan mungkin ini yang sering menjadikanku galau tanpa kumengerti mengapa.

Tapi, di pagi yang damai ini aku mengerti, bahwa "hanya jiwa baik yang bisa menyesal."

Seharusnya aku mensyukuri kemampuan hatiku untuk merasakan penyesalan. Karena, jiwa yang baik mengetahui perbedaan antara kebaikan dan keburukan, dan menyadari bahwa kesalahan bukanlah keburukan, tapi tertundanya keberhasilan dalam mengupayakan kebaikan.

Sesungguhnya, aku hanya bisa salah dalam upaya kebaikan.

Kesalahan dalam upaya yang tidak jujur, adalah dosa.

Kesalahanku bukanlah dosa, tapi belum sampainya jangkauan upaya baikku.

Aku akan sampai, karena aku sedang memampukan diri.

Aku akan menjadi lebih baik, karena penyesalanku akan mencegahku mengulangi sikap dan cara yang telah membatalkan keberhasilanku.

Aku sedang tumbuh, menjadi lebih baik, lebih kuat, dan lebih mampu.

Tuhan, hari ini aku akan belajar untuk menerima penyesalanku dengan rasa syukur, dan menjadikannya awal perbaikan diri dan hidupku.

Tuhan, jadikanlah penyesalanku sebagai bagian dari keindahan hidupku, bukan penyedih dan penyiksaku.

Aku mencintaiMu, maka berhasilkan dan gagalkanlah aku dalam kasih sayangMu, karena tidak ada apa pun yang Kau lakukan kepadaku - yang niatnya tidak untuk memuliakanku.

Tidak ada istilah gagal bagi jiwa yang dicintai Tuhan.

Aku kekasih kecil Tuhan, sehingga kegagalanku pun adalah keberhasilan.

Sungguh indah hidup ini, jika aku ikhlas melihatnya dengan mata yang melihat kebaikan di balik semua kejadian.

Terima kasih Tuhan.

Muliakanlah aku.

Aamiin

Gelisah ku...

Tuhanku Yang Maha Membuka pengertian,

Kegelisahan adalah getaran perasaan tidak nyaman yang seharusnya membuatku tak berlama-lama bertahan dalam keadaan yang tidak baik.

Tapi aku lebih sering memperhatikan dan mengeluhkan kegelisahan, daripada mengerti mengapa aku digelisahkan.

Ibundaku bekerja keras menumbuhkanku untuk menjadi anaknya yang sehat dan berperilaku baik, karena dia gelisah mengenai masa depanku. Dia lupa mengenai kegelisahannya sendiri, karena - bekerja karena menggelisahkan kebaikanku - lebih penting baginya.

Sesungguhnya, hari ini adalah giliranku untuk menggelisahkan kebaikan ibundaku, ayahandaku, pasanganku, dan anak-anakku, di atas kegelisahanku sendiri.

Karena,

Jika aku hanya berkubang dalam kegelisahanku sendiri, aku akan lumer, leleh, dan melemah.

Tapi jika aku bekerja karena kegelisahanku atas kebaikan keluarga dan sesamaku, Tuhan yang akan mengurus kegelisahanku.

Tuhanku Yang Maha Pemelihara,

Tenagailah upayaku untuk menjadi pembebas bagi kegelisahan keluarga dan sesamaku, agar aku sesuai untuk Kau bebaskan dari kegelisahanku sendiri.

Jadikanlah aku jiwa yang mampu menari indah di atas kegelisahanku, yang bersegera bertindak karena kegelisahan, dan yang menemukan kekuatan yang besar dalam kegelisahan.

Jadikanlah aku jiwa sejahtera yang mendamaikan kegelisahan keluarga dan sesamaku.

Aamiin

Hubungkan Aku.

Tuhanku Yang Maha Lembut dan Yang Menguasai Masa Depanku,

Ijinkanlah aku duduk dekat-dekat pintu rahasia ilmuMu.

Ijinkanlah dadaku terpenuhi oleh aroma kesurgaan dari ilmuMu.

Ijinkanlah air-mataku berlinang dengan kemilau pelangi ilmuMu.

Tuhanku Yang IlmuNya Maha Indah,

Ijikanlah aku berilmu, walau tipis kecil dan sedikit, tapi jadikanlah aku berilmu.

Karena,

Ilmu adalah mata yang kugunakan untuk melihatMu.

Tidakkah Engkau merasakan getaran rindu di dadaku, yang dahaga bagi kesejukan ilmuMu, yang berharap bagi keanggunan ilmuMu,
dan yang menghamba di bawah kekuasaan ilmuMu.

Tuhanku Yang PengetahuanNya Tak Berbatas,

Beningkanlah hatiku, bersihkanlah pikiranku, dan indahkanlah perilakuku,
agar aku sesuai untuk Kau warisi ilmuMu, yang menembuskan pengertianku melalui semua tabir dunia dan akhirat.

Ilmu adalah penghubung antara jiwaku dan kekuasaanMu.

Tuhan, hubungkanlah aku denganMu.

Aamiin

Masalah ku, Mu dan dia.

Tuhanku Yang Maha Lembut,

Terima kasih atas pengertian bahwa "Masalah adalah tanda kelasku."

"Masalah besar adalah untuk orang besar, dan masalah kecil untuk orang kecil."

Engkau tak akan memasukkanku ke dalam masalah yang tak dapat kuatasi, maka jika aku menguatkan diri untuk menghadapi masalah - ia akan selesai.

Tapi, jika aku lari, masalah yang lebih besar akan datang menyusuliku.

Jika dengan masalah kecil saja, aku sudah hampir kehabisan nafas, kapankah aku bisa sampai pada kelas pribadi dengan masalah yang lebih besar?

Tugasku bukanlah untuk menghapus masalah - karena itu tidak mungkin, tapi menjadi pribadi yang mengupayakan kebaikan karena masalahku.

Maka di hari yang penuh kemungkinan ini, aku mohon Engkau membantuku untuk tidak memarahi masalahku, tapi meramahinya dengan penerimaan yang baik, tulus mengunduh pengertian yang datang bersamany, dan mengupayakan kebaikan karenanya.

Tuhan, jadikanlah kekasih kecilMu ini jiwa yang tabah dalam kesulitan dan penuh syukur dalam rezeki yang baik.

Aamiin

Mohon tidur yang Nyenyak

Tuhanku Yang Maha Mengetahui,

Engkau mengetahui bahwa aku terlalu letih
untuk berpikir dan merapihkan perasaanku malam ini.

Tapi, aku tahu bahwa aku memiliki hak untuk meminta dariMu, dan di malam yang letih ini, aku memohon agar dalam istirahatku malam ini
Engkau membebaskan jiwaku dari keletihan dan kekhawatirannya.

Tuhan, damaikanlah tidurku, dan bangunkanlah aku dalam kedamaian dan kesehatan, agar lebih lapang dadaku saat aku menghadiahkan diriku bagi kebahagiaan keluargaku yang sangat kucintai.

Aamiin

Ya Allah, Kuatkan aku

Tuhanku Yang Maha Bijaksana,

Ijinkanlah aku menyampaikan terima kasih kepadaMu, atas pengertian bahwa …

Bagi orang yang bersegera, dalam belajar dan bekerja, masalah akan datang dalam antrian yang rapih, mungkin tetap panjang - tapi satu per satu dan rapih.

Tapi, bagi penunda, masalah memiliki banyak waktu untuk datang bersamaan dari semua sudut.

Maka aku memohon kepadaMu, Tuhanku Yang Maha Melapangkan, agar Engkau menyulamkan serat-serat baja pada otot-otot keberanianku, dan menyeterika bibit-bibit keraguan dan penundaan dalam hatiku, agar pendek sekali jarak antara pengertian baikku dan tindakan pertamaku.

Tuhan, bebaskanlah hatiku dari ketakutannya, pikiranku dari dugaan buruknya, dan tubuhku dari kesenangannya untuk tidak bertenaga.

Tenagailah kesungguhanku untuk bersegera memulai, rajin bekerja, dan mensyukuri kesempatan untuk mengunduh rezeki.

Baikkanlah hubunganku dengan masalah-masalahku, sehingga aku tak melihat mereka sebagai penyebab derita, tapi sebagai pengangkat kelasku.

Jadikanlah aku pribadi yang kuat dan terhormat, sehingga masalah-masalahku datang dengan santun, satu per satu, dengan rapih, dan yang penyelesaiannya adalah untuk kebaikan hidupku, keluargaku, dan para sahabatku.

Aamiin
Suka halaman ini?
Berbagilah dengan teman anda!
Facebook, Twitter, Google dan lain-lain.
Bookmark and Share