DICARI: Keluarga Dony Pulungan


Ibu Diah mengirim email ke saya, dengan harapan membantu kawannya untuk mencari keluarga dari Dony Pulungan.


Saya coba posting di beberapa tempat, dengan harapan, ada pengunjung yang membaca email ibu diah ini.


Nomor kontak ibu diah ada pada saya.




 

Kepada Yth : Irza Pulungan


Dengan hormat,


Dengan ini saya ingin meminta bantuan kepada saudara Irza Pulungan untuk mencarikan keluarga Bapak Dony Pulungan, entah bagaimana caranya, semuanya saya pasrahkan kepada Irza Pulungan, mungkin bisa melalui persadaan Marga Pulungan. Dalam hal ini saya ingin membantu teman saya :


Nama : Christina Suwanti
Alamat : Bunder, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta


Ibu Suwanti adalah istri dari Bapak Dony Pulungan. Keinginan ibu Suwanti adalah ingin mencari keluarga Bapak Dony Pulungan, dan mengabarkan bahwa Bapak Dony Pulungan telah meninggal dunia pada saat bencana erupsi Merapi bulan November 2010 lalu, meninggalnya pada saat berada di pengungsian di stadion Maguwoharjo. Ibu Suwanti tidak mempunyai info sama sekali mengenai keberadaan keluarga Bapak Dony. Sebagai informasi untuk memudahkan mencari keluarga Bapak Dony, saya sertakan sedikit biodata dan foto Bapak Dony Pulungan.


P DoniNama : Dony Pulungan
Tempat/tgl lahir: Palembang, 25 Agustus 1975
Pendidikan: SMAS, ABDI MASYARAKAT HUTARAJA SUMATRA UTARA


Pekerjaan Terakhir: Sopir truk kontainer pada PT BANGUN PUTRA PESAKA, Jalan Tipar Cakung Sukapura Cilincing Jakarta Utara
Nama Bapak: ALINAPIA PULUNGAN
Nama Ibu: TIURMA SIAHAAN (almarhummah)


sebelum menikah dengan Bapak Pulungan, Ibu Tiurma menikah dengan Bapak Simatupang dan dikaruniai 5 anak sedangkan dengan Bapak Pulungan, Bapak Dony adalah anak pertama.

Sekilas gambaran mengenai kehidupan keluarga Ibu Suwanti :

1. Dari perkawinannya dengan Bapak Dony dikaruniai 2 orang anak. Anak pertama, laki-laki, lahir pada tanggal 4 Juni 1999, termasuk dalam kategori anak berkebutuhan khusus, lumpuh total, umur 12 tahun hanya mempunyai berat badan 8 kg, kondisi tubuh dan kemampuan motoriknya seperti bayi umur 3 bulan. Sedangkan anak kedua, perempuan, lahir pada tanggal 15 Juli 2000, kondisinya normal, sekarang duduk di kelas 5 SD.

2. Ibu Suwanti tidak mungkin mencari nformasi tentang keluarga Bapak Dony hingga ke Medan dikarenakan faktor biaya dan tenaga, karena keluarga mereka termasuk dalam keluarga yang hidupnya pas-pasan. Mencari nafkah dengan berjualan arem-arem yang dititipkan ke warung. Siang hari setelah anak perempuan dan atau keponakannya pulang sekolah, atau kalo bapak dari Ibu Suwanti (simbahnya anak-anak) sudah pulang dari merumput, dan ada yang menjaga putra pertamanya, Ibu Suwanti bekerja sebagai tukang setrika dan pembantu di rumah tetangga sekitarnya.

3. Selain mengurus kedua anaknya, Ibu Suwanti juga mengurus bapaknya yang sudah tua dan seorang keponakan.

Demikian sedikit informasi dan permohonan bantuan kepada saudara Irza Pulungan, harapan saya, saya dapat membantu teman saya untuk menemukan keluarga suaminya melalui Persadaan Marga Pulungan. Atas perhatiannya, saya

ucapkan terima kasih.


Hormat saya,


Diah Ayu Sulistiowati

Memancing – koleksi Lokasi mancing Jabodetabek

Marsipature hutanabe artinya kira-kira adalah “Mari membenahi kampung halaman kita masing-masing”, saya menyukai kontennya. Potensi alam di luar kota jakarta masih banyak sekali yang belum di gali dan di kelola secara baik.

Secara Pribadi saya ingin mulai keluar zona nyaman jakarta. Dan mulai berinteraksi dengan kampung halaman ataupun daerah luar kota jakarta. Kira-kira rencananya Insya Allah 2013 bisa di realisasikan.

Banyak skill-skill dasar yang saya ingin pelajari sampai tahun tersebut, terutama yang berkaitan dengan survival dan alam.

Diantara lain: bercocok-tanam, bertani, berkebun (food production), food gathering (berburu, berternak, dan memancing), pokoke yang berkaitan dengan alam deh, yang jelas.. bukan high tech.. tapi gak salah juga kalau pake high tech. Survival skill termasuk di dalamnya. dan yang nggak kalah menarik, memasak. :p (bilang aja emang doyan makan)

Aliran environmentalist? nggak juga sih, kalo di pikir-pikir mungkin karena kehidupan kota banyak jauhkan kita dari alam. Jadi kayaknya emang bagus kalau mulai dari basic lagi.

Jadi balik lagi ke judul.. ini dia kompilasi lokasi mancing di jabodetabek, yang mau file .kmz nya bisa kontak saya. Ini hasil kompilasi dari http://www.fishyforum.com/

Disini juga terdapat area untuk wildfishing.


View Indonesia Fishing in a larger map

Tahukah anda, masih ada orang mancing dan mendapatkan ikan di sungai ciliwung yang sudah terkontaminasi? Tentu saja bukan buat dimakan… buat latihan aja koq.

Earthship – kehidupan berkelanjutan?

earthshipbrighton151005o Konsep earthship.com yang di prakarsai Michael Reynolds sangat menarik saya. Nggak banyak orang yang berfikir seperti dia. Unik, kontroversial dan agak futuristik. Nonton cerita dokumenter kehidupan dia, seru juga. (Garbage Warrior)

Intinya design rumah dan system kehidupan yang menyatu. Apa semua itu? lihat aja websitenya earthship.com.

Singkatnya… bangunan yang di buat akan menopang kehidupan manusia didalamnya.

Point-point yang di pakai:

  • Menggunakan panas matahari untuk memanaskan dan mendinginkan ruangan.
  • Menggunakan listrik yang di konversikan dari tenaga matahari atau angin.
  • Sistem air, di daur ulang sedemikian rupa, sehingga bisa di pakai untuk beberapa keperluan.
  • Dapat menggunakan material bekas.
  • Mengumpulkan air hujan sebagai sumber air.
  • Produksi makanan sendiri.

Ini aliran green? Nggak tau juga deh, yang jelas prinsip yang dia pakai adalah hal-hal yang logika saya bisa terima.

Dalam kondisi ideal, kita akan terbebas dari tagihan listrik, air, dan bangunan tidak perlu berada di tempat yang sudah ada infrastrukturnya.

Perlahan saya mulai coba mengintegrasikan poin-poin tersebut ke dalam rumah saya. Cost effisien? nggak juga, sekarang masih proses pembelajaran kembali untuk mengapresiasikan apa yang telah di berikan Allah di bumi ini. Mungkin proyek pulang kampung 2013, bisa menggunakan sebagian dari teknologi yang masih saya pelajari ini.

Persamaan Menanam Tomat dan Mengasuh Anak.

tomat 3 Ini artikel dari TDW. Ini analogi yang bagus dan kebetulan untuk kedua hal tersebut… saya nggak tau apa-apa.

Pernahkah anda menanam pohon tomat? Menanam pohon tomat merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan kesabaran dan cukup menantang.

Dalam hal ini, saya melihat adanya kesamaan antara proses membesarkan anak yang baik dengan menanam pohon tomat.

Bagaimana prosesnya? Ketika anda menanam pohon tomat, anda tidak menginjak-injak dan mengkritisi bibit tomat itu secara keras karena tidak menjadi tomat.

Tetapi, anda meletakannya di tanah dengan lembut, memberinya air secara berkala serta sinar matahari yang cukup.

Ketika pohon itu mulai bertumbuh, kita merasa senang dan terus menjaganya. Seiring dengan bertumbuhnya pohon tersebut, kita merasakan kepuasan tersendiri dan terus merawatnya– dengan sabar dan pantang menyerah.

Tanpa memberikan tuntutan-tuntutan yang diiringi kemarahan, harapan buatan, ataupun cemas bahwa bibit tersebut tidak bertumbuh dengan wajar.

Biasanya, kita tidak dapat memperkirakan, kapan usaha kita akan menghasilkan buah.

Akan tetapi, begitu pohon itu menghasilkan buah, buah yang dihasilkannya sungguh dahsyat! Besar dan manis-manis.  Air ibarat dukungan material, dan sinar matahari ibarat kebebasan untuk anak anda.

Bagaimana cara anda membesarkan anak anda? Saya mengerti dan percaya bahwa setiap orang tua memiliki tujuan yang mulia di dalam hatinya.– Tujuan untuk memberikan anak-anaknya yang terbaik, supaya mereka juga dapat menjadi pribadi yang dahsyat.

Namun, apa yang kita rasa baik belum tentu baik untuk pertumbuhan anak kita. Tuntutan yang tinggi, kurangnya perhatian, dan kekerasan fisik serta mental dapat menghancurkan hidup generasi penerus kita. Pencapaian prestasi yang rendah dan prilaku yang suka melawan hanyalah awal dari pola asuh yang keliru. Tegakah anda menghancurkan hidup buah hati anda? Tanyakan ke anak anda, apa yang mereka inginkan? Berikan pertanyaan, bukan pernyataan. Biarkan mereka mengukir sejarahnya.

Biarkan mereka melakukan kesalahan - dan belajar darinya. Dan yang paling penting, dukung mereka. Karena, pada dasarnya di dalam diri setiap individu, terdapat intuisi dan suara hati yang berfungsi sebagai kompas. Kompas yang menunjukkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh individu tersebut. Tugas anda adalah memberikan keberanian kepada individu tersebut, yakni anak anda untuk bertindak mengikuti suara hati dan intuisinya.

Jangan biarkan suara-suara dari luar membunuh impian anak anda! Akhir kata, setiap individu dilahirkan untuk menjadi pribadi yang dahsyat. Demikian pula anak anda. Beri mereka bimbingan yang tepat, mulai dari detik ini juga! take action, miracle happens! Sukses selalu buat anda!

Well, itu teorinya.. sedangkan saya masih sangat awam, yang jelas sekarang saya mulai nanem tomat di kebun belakang. Nggak banyak, namun cukup untuk belajar prosesnya. Metode yang di pakai adalah Square foot gardening. Semuanya dalam ukuran yang terbatas. Dan lahan yang di tanami tidak di injak-injak. Nanti deh kapan-kapan di bahas lagi. Yang jelas, tomatku sudah satu bulan dan sudah mulai berdiri.

Jangan lakukan sendirian (alias Teamwork)

charles-schulz-peanuts-teamworkHal ini sangat mengejutkan saya.

Rekor kecepatan lari 400 meter individual masih dikalahkan oleh rekor kecepatan lari 4 orang secara relay.

Ini data riset saya:

lihat disini: http://en.wikipedia.org/wiki/400_metres

lihat disini: http://en.wikipedia.org/wiki/4_x_100_metres_relay

Kalau anda periksa di halaman web tadi, rekor kecepatan lari individual: 43.18 detik, di pegang oleh Michael Johnson. Tahun 1999

Tapi rekor lari secara relay (bergantian membawa tongkat)  adalah : 37.10 detik. Di pegang oleh Tim Jamaika (Nesta Carter, Michael Frater, Usain Bolt, Asafa Powell)  Tahun 2008

Kalau hanya mengandalkan bayang-bayang fikiran, saya mungkin akan berpikir empat orang berlari bergantian lebih ribet dari pada pelari tunggal, namun fakta berbicara lain.

Dalam sebuah tim, seorang yang biasa-biasa saja dapat menghasilkan perbuatan yang luar biasa.

Rekor 43.18 detik Telah di pecahkan secara tim dari sejak tahun 1912 – Sudah hampir seabad yg lalu. Ini bukti nyata kerja kelompok dari pelari individual yang rata-rata saja dapat mengalahkan seorang pelari individu yang paling berbakat sekalipun.

Dalam candaan sehari-hari, saya suka bilang..  Dua orang bodoh lebih baik daripada satu orang bodoh.

Karena dua orang bodoh, setidaknya akan saling melengkapi dan menutupi. :)

Tanpa kita sadari, sebenarnya tim yang ada dalam kehidupan kita, ada banyak. Ada baiknya kalau mulai kita pelajari dan bersama-sama menuju ke sebuah tujuan yg nyata.

Saya sekarang sangat ingin mempunyai posisi berkontribusi dalam sebuah tim. Bagi seorang pebisnis, membangun tim yang mempunyai kesatuan dalam menuju suatu tujuan bersama adalah mutlak.

Apa untungnya suatu tim?

Dalam sebuah tim, banyak kepala akan membuka problem-problem yang kadang tidak bisa diatasi sendirian.  Saatnya kita berkelompok dan menyatu dalam menjalani hidup.

Tips untuk Konsistensi

tidak-konsisten Konsisten adalah sesuatu yang sulit dicapai apabila kita tidak serius dan fokus. Seperti membuat diary, journal, blog atau laporan keuangan. Atau dalam beribadah: tahajud, baca quran, sholat dhuha. Padahal di otak kita sudah tahu kalau itu harus di lakukan dengan konsisten agar mendapat faedahnya langsung.

Ada aja hal yang mengganggu. Sepertinya melakukan sekali langsung panjang (misalnya langsung di geber 1 hari full) mungkin lebih mudah daripada melakukan 5 menit tiap hari selama sebulan.

Itulah manusia.

Kita berpikir rutinitas itu membosankan. ingin sesuatu yang lebih baru, dll… selalu aja ada yang mengganggu pikiran kita.

Salah satu tips untuk konsisten adalah:

1. Kegiatan offline.

kalau berkaitan dengan update blog, ya sebaiknya anda memiliki system offline blogging.

Saya pakai flock / windows live writer.

Kalau ada ide, di kumpulkan lalu di publishnya satu-satu. Ini juga susah sih. Tapi setidaknya kita tidak kelewatan ide.

2. Menjadikan hal tersebut sebagai hobby.

Kalau hobby pasti asik di kerjakannya. :), hobby membaca atau beribadah gak salah koq.

3. Pikirkan manfaatnya.

Semakin kita memikirkan manfaatnya, semakin kita tertarik untuk mengerjakannya. Sifat manusia yang selalu ingin diuntungkan menjadi penggerak kita.

Lanjut nanti ya..
Ada saran dari anda?

Wassalam
Irza Pulungan.

Panggilan buat Pulungan

Banyak yang minta di buatkan acara halal bil halal, namun pelaksanaannya lebih susah dari pada idenya. Susahnya karena motornya nggak bisa jalan… alias bensinnya nggak ada.. alias dananya seret. :)

Tak kenal maka tak sayang, kata pepatah. Mungkin juga karena generasi Pulungan yang baru tidak saling mengenal dengan baik dan jauh satu sama lain.

Facebook sudah mempertemukan kita, tanpa terasa anggota group Pulungan sudah 500an lebih. Banyak yang sebenarnya bisa kita lakukan, mari di mulai dengan saling mengenal dan bertukar cerita.

Banyak cerita yang saya dapatkan dengan mengikuti group Pulungan. Walaupun jarak yang jauh memisahkan kita, ternyata banyak jg cerita yang unik dan menarik.

Ada cerita yang di tulis Rusli Pulungan tentang Hutabargot, Hutabargot sendiri ialah daerah yang tidak jauh dari kota Panyabungan. Ikuti ceritanya dengan mengklik link di bawah ini:

http://www.facebook.com/topic.php?uid=31165980449&topic=9641

Ada cerita Pulungan yang di tulis Syamsud Dahri Pulungan

http://www.facebook.com/topic.php?uid=31165980449&topic=11599

Buat generasi yang masih awam dengan cara kita bertutur mungkin bisa melihat Partuturon (Cara Panggilan menurut adat) di tulis oleh Nadra Siregar.

http://www.facebook.com/topic.php?uid=31165980449&topic=8555

Dan yang nggak kalah menarik kalau anda lihat di WALL group Pulungan, banyak komentar menarik dan bahkan ada yang menawarkan job/kerjaan bagi anggota group. Saya sangat senang sekali.

Klik ini: http://www.facebook.com/group.php?gid=31165980449

Buat yang muda-muda, ayo dong kita mulai beraktivitas..

Marilah kita diskusikan apa yang bisa kita perbuat
Klik link di bawah ini:

http://www.facebook.com/topic.php?uid=31165980449&topic=12296

Terima kasih untuk yang telah berpartisipasi mendaftar diri, 60 orang dari 500 orang telah mendaftar, Bagi yang belum, tolong daftarkan diri anda dengan mengklik link di bawah ini:
http://bit.ly/4L0qij

Saya mulai kesulitan untuk mengumpulkan Pulungan yang baru, karena sekarang facebook mengirim warning kalau kita mempromosikan ke banyak orang. (Untuk menghindari SPAM), Jadi saya minta tolong partisipasinya minimal untuk memperkenalkan group ini ke yang Pulungan lain.

Tolong referensikan group Pulungan ini ke rekan atau saudara anda yang belum ikutan, dengan menyuruh mereka mengklik group pulungan yang ada di:
http://www.facebook.com/group.php?gid=31165980449

Lalu jangan lupa klik – Join GROUP.

Terima kasih.

Horas dan Wassalam.

Suka halaman ini?
Berbagilah dengan teman anda!
Facebook, Twitter, Google dan lain-lain.
Bookmark and Share